Dalam kesempatan itu, ketua panitia turut menyampaikan harapan adanya perhatian pemerintah terhadap akses jalan menuju lokasi pondok pesantren serta penerangan jalan umum (PJU) di wilayah tersebut.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Nusaherang dalam menjaga syiar Islam dan membangun tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan MTQ harus menjadi pemicu lahirnya generasi muda yang cinta Al-Qur’an, berakhlak baik, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“MTQ ini harus menjadi energi kebangkitan generasi Qurani di Kecamatan Nusaherang. Anak-anak kita harus dekat dengan Al-Qur’an, rajin mengaji, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat,” tutur Bupati.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati juga merespons aspirasi masyarakat terkait penerangan jalan umum dan kondisi akses jalan menuju lokasi pondok pesantren. Ia meminta Camat dan pemerintah desa segera menyampaikan titik koordinat pemasangan PJU yang dibutuhkan masyarakat.
“Silakan ajukan titik koordinatnya, nanti kita bantu. Jalan menuju pesantren dan fasilitas masyarakat harus kita perhatikan bersama,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.
Selain membuka MTQ, Bupati bersama jajaran Forkopimcam, tokoh agama, dan masyarakat juga melakukan penanaman pohon di area sekitar pondok pesantren sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam dan sumber mata air di wilayah Nusaherang.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kehadiran para santri, tokoh agama, Karang Taruna, Muslimat, serta warga dari berbagai desa menambah semangat pelaksanaan MTQ yang diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik untuk mengharumkan nama Kecamatan Nusaherang di tingkat kabupaten maupun provinsi.(Heryanto)


















