Wabup Tuti menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Sejarah telah membuktikan bahwa banyak perubahan besar lahir dari gagasan, keberanian, dan idealisme kaum muda terdidik.
“Kabupaten Kuningan membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” tegasnya.
Ia berharap melalui OIM 2026 akan lahir generasi unggul yang mampu melanjutkan estafet pembangunan, memperkuat daya saing daerah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan Indonesia.
Kepada seluruh peserta, Wabup Tuti berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan bertumbuh bersama. Menurutnya, nilai utama sebuah perlombaan bukan hanya kemenangan, melainkan proses memperluas wawasan, melatih kemampuan analisis, membangun jejaring, serta membentuk karakter yang sportif dan berintegritas.
“Jangan pernah berhenti belajar. Cahaya pengetahuan akan selalu menjadi kekuatan yang mampu mengalahkan kebodohan, ketertinggalan, dan berbagai tantangan zaman. Masa depan Indonesia dan Kabupaten Kuningan berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat belajar, keberanian berinovasi, dan tekad untuk berkarya,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan OIM 2026, Universitas Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan dan pembangunan daerah di masa depan.(Heryanto)


















