Carka pun menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati yang turun langsung melihat kondisi masyarakatnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Wabup yang sudah meninjau langsung lokasi bencana. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa manfaat dan keberkahan, serta masyarakat kami yang sedang tertimpa musibah bisa mendapatkan bantuan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tuti Andriani menegaskan, rumah yang mengalami kerusakan parah dan dinilai tidak layak dihuni perlu mendapatkan penanganan serius, termasuk kemungkinan masuk dalam program relokasi.
Dalam kunjungannya, Wabup juga meminta agar dokumen kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga segera disiapkan untuk mendukung proses penanganan dan relokasi warga terdampak.
“Kalau kondisinya sudah separah ini, rumahnya memang harus dipindahkan dan masuk dalam program relokasi. Kita harus memastikan keluarga ini bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan layak,” ujar Tuti.
Menurutnya, kondisi keluarga terdampak sangat memprihatinkan. Rumah tersebut dihuni dua keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Sejumlah kebutuhan dasar, seperti tempat tidur, pakaian, hingga kompor, juga menjadi perhatian.
“Ini sangat memprihatinkan. Bagaimana kesehatan anak-anak bisa terjaga kalau kondisi tempat tinggalnya seperti ini? Kita harus memikirkan keselamatan dan kesehatan mereka, bukan hanya memperbaiki bangunan,” tegasnya.
Tuti berharap penanganan pascabencana dapat segera dilakukan agar warga terdampak tidak berlarut-larut dalam kondisi sulit. Pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk membantu korban, terutama keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Kunjungan tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi musibah, sekaligus memastikan bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan bencana.(Heryanto)

















