
Karena itu, profiling bukan sekadar kegiatan pengumpulan data, melainkan instrumen untuk mendukung pengembangan karier ASN berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk kecamatan. Pesertanya mencakup jabatan pelaksana, jabatan fungsional, serta jabatan struktural yang belum mengikuti profiling.
Pada hari pertama, peserta berasal dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Hartanto, menambahkan, hasil profiling nantinya dapat diakses melalui akun MyASN masing-masing peserta dan terintegrasi dengan layanan Simata. Dengan demikian, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan talenta ASN secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang turut memantau pelaksanaan kegiatan, menilai profiling ASN sebagai langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Melalui pemetaan yang berbasis kompetensi dan potensi, pengembangan karier ASN diharapkan semakin terarah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Profiling juga menjadi momentum bagi ASN untuk mengenali kapasitas diri sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Pemkab Kuningan berharap penerapan manajemen talenta melalui Simata BKN dapat memperkuat tata kelola kepegawaian, sehingga penempatan dan pengembangan ASN semakin mempertimbangkan kemampuan, potensi, serta capaian kinerja.
Dengan sistem tersebut, pengelolaan karier aparatur diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jabatan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya ASN yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing.(Heryanto)

















