ELTV SATU || KUNINGAN – Ambruknya ruang kelas SDN 3 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (10/10/2026), menyisakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, ruang kelas tersebut disebut baru selesai direhabilitasi pada 2025. Kini, orang tua siswa bersama pihak sekolah dan komite terpaksa bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh demi mengantisipasi risiko keselamatan siswa.

Aksi gotong royong dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB. Sejumlah orang tua siswa dari kelas I hingga kelas VI, para guru, serta anggota komite sekolah turun langsung membersihkan material reruntuhan dan menurunkan genteng yang masih tersisa di bagian bangunan.
Anggota Komite SDN 3 Cihirup sekaligus anggota BPD Desa Cihirup, Asep Bayu, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa yang digelar pada Kamis (15/10/2026).
Dalam rapat itu, seluruh pihak sepakat untuk menurunkan dan membersihkan sisa material bangunan yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa ketika kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
“Pembongkaran sisa-sisa bangunan dilakukan karena kami khawatir material yang masih tersisa dapat membahayakan anak-anak saat kegiatan sekolah berlangsung. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Asep Bayu.
Pelaksanaan gotong royong turut didampingi Babinsa, Pemerintah Desa Cihirup, Penjabat Kepala Desa (Pj Kuwu), serta petugas Satpol PP Kecamatan yang ikut membantu proses penurunan material bangunan.

















