“Alhamdulillah, untuk rumah yang rusak ringan sudah mulai diperbaiki secara gotong royong oleh warga. Sedangkan yang rusak berat sedang dilakukan asesmen atau pendataan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, respons Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, serta Kapolres Kuningan sangat cepat dalam menyikapi bencana tersebut.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait segera menurunkan tim untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Berdasarkan perkiraan sementara, total kerugian akibat bencana puting beliung di Kecamatan Maleber mencapai sekitar Rp400 juta.
“Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Pak Kapolres sangat responsif. Harapannya, bantuan segera direalisasikan, terutama material yang dibutuhkan warga seperti genteng dan kayu, sehingga rumah yang rusak bisa segera dibangun kembali melalui gotong royong masyarakat,” katanya.
Sementara itu, saat meninjau rumah Jumad, Wabup Tuti Andriani menyampaikan perhatian terhadap kondisi korban dan berupaya membantu pemulihan rumahnya agar kembali layak ditempati.
Bantuan akan diupayakan sesuai kebutuhan dan kemampuan, terutama untuk mendukung perbaikan rumah sehingga korban dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Bencana tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama. Di tengah kondisi rumah yang rusak dan kebutuhan warga yang mendesak, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama pemerintah kecamatan, desa, dan unsur terkait terus melakukan pendataan serta mengupayakan bantuan bagi warga terdampak agar proses pemulihan dapat segera berjalan.(Heryanto)

















