Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membuka peluang dan harapan bagi masyarakat.
“Hari ini negara hadir, pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat. Kami memahami kegelisahan para lulusan baru dan para pencari kerja. Karena itu Job Fair menjadi salah satu ikhtiar membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Dian.
Bupati mengungkapkan tren pengangguran di Kabupaten Kuningan terus mengalami penurunan seiring berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah.
Ia juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa investasi besar dari perusahaan asal Korea Selatan akan segera masuk ke Kabupaten Kuningan setelah penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun tersebut diproyeksikan mampu membuka sekitar 10.000 lapangan kerja.
“Ke depan anak-anak Kuningan tidak harus jauh-jauh mencari pekerjaan ke luar daerah. Peluang kerja akan semakin terbuka di daerah sendiri,” katanya.
Di sisi lain, Dian mengajak generasi muda untuk mulai membangun semangat kewirausahaan dan tidak semata-mata bergantung menjadi pencari kerja.
“Kami ingin lahir lebih banyak wirausahawan muda. Kesuksesan tidak selalu harus menjadi karyawan, tetapi juga bisa dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” pesannya.
Ia juga memberi motivasi kepada ribuan peserta agar tidak terlalu selektif dalam memilih pekerjaan pada awal perjalanan karier.
“Yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menunjukkan prestasi. Dari sanalah kesempatan yang lebih besar akan datang,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengimbau perusahaan peserta Job Fair agar memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas sesuai kompetensi dan kebutuhan pekerjaan.
Melalui Kuningan Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap ribuan lowongan kerja yang tersedia dapat terserap secara optimal sehingga menjadi langkah konkret dalam menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Heryanto)


















