Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Ruh Budaya Babarit Winduherang Terancam Tergerus, Warga Soroti Penyederhanaan Tradisi

82
×

Ruh Budaya Babarit Winduherang Terancam Tergerus, Warga Soroti Penyederhanaan Tradisi

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

“Saya seorang muslim yang memahami pentingnya menjaga akidah. Namun mencintai budaya tidak berarti meninggalkan agama. Keduanya dapat berjalan beriringan selama dipahami dengan baik,” jelasnya.

Menurut Handy, berbagai tradisi budaya harus dilihat secara utuh sebagai bagian dari sejarah, simbol rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta media mempererat hubungan sosial masyarakat.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah memberikan penilaian terhadap sebuah tradisi tanpa memahami latar belakang sejarah dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga :  Ribuan Ular Dilepas Lucky Hakim di Sawah Indramayu

“Jangan sampai perbedaan pandangan justru membuat warisan budaya yang sudah dijaga ratusan tahun perlahan hilang,” tegasnya.

Handy menilai kondisi tersebut menjadi perhatian penting mengingat Winduherang memiliki nilai sejarah besar sebagai salah satu wilayah yang berkaitan dengan perjalanan sejarah awal Kuningan.

Menurutnya, ketika banyak daerah lain berupaya mengangkat tradisi lokal sebagai identitas dan kekuatan budaya, Winduherang seharusnya semakin memperkuat Babarit sebagai salah satu kebanggaan daerah.

Baca Juga :  Ferrari Rp4,2 Miliar Atas Nama Guru Honorer, Laporan Dicabut—Kini Muncul Kuasa Hukum, Ada Apa?

Ia pun mempertanyakan keberlangsungan tradisi tersebut apabila setiap tahun unsur-unsur budayanya terus berkurang.

“Kalau hari ini beberapa rangkaian mulai hilang, bagaimana wajah Babarit beberapa tahun ke depan? Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengenal Babarit melalui cerita dan dokumentasi lama,” tuturnya.

Meski demikian, Handy menegaskan kritik yang disampaikan bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal.

Baca Juga :  40 rumah di Blok Senen dan Blok Wage Mengalami Kerusakan, Babinsa Koramil 1705/Cikijing Langsung Turun ke Lokasi Kejadian Membantu Warga

Ia berharap seluruh pihak dapat membuka ruang diskusi agar Babarit tetap menjadi tradisi yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai sejarahnya.

“Budaya akan tetap hidup bukan karena semua orang selalu memiliki pandangan yang sama, tetapi karena ada kepedulian bersama untuk menjaganya,” pungkas Handy Ramadhan, warga Kelurahan Winduherang.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin