Direktur PT LKM Kuningan, Momon, menambahkan bahwa pihaknya akan memperluas jaringan layanan serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMD lain dan program pemberdayaan masyarakat.
“Kami akan lebih maksimal memperluas titik layanan dan menjalin kerja sama, termasuk dengan BUMD dan program-program seperti MBG,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa LKM harus tetap mandiri dan tidak bergantung pada penyertaan modal pemerintah.
“Kita harus mampu menggali potensi sendiri, khususnya dalam penghimpunan dana pihak ketiga seperti tabungan dan deposito, untuk kemudian disalurkan kembali ke masyarakat,” jelasnya.
“Sasar UMKM, Target Laba Rp2,3 Miliar.”
LKM Kuningan tetap memfokuskan layanan pada sektor usaha mikro dan kecil (UMKM), dengan skema pinjaman yang relatif mudah dan inklusif.
“Pinjaman kami menyasar UMKM, bahkan nominal kecil seperti Rp500 ribu juga tetap dilayani, selama untuk pengembangan usaha,” ujar Momon.
Untuk tahun 2026, LKM menargetkan laba sebesar Rp2,3 miliar, sebagai bagian dari upaya pemulihan kinerja perusahaan.
“Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” pungkasnya.(Heryanto)


















