“Duta Baca ini menerapkan sistem tutor sebaya. Anak-anak kelas 5 dan 6 mendampingi adik-adiknya di kelas rendah yang masih kesulitan membaca,” jelas Haris.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, sekolah menyediakan berbagai buku cerita dan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang literasi. Kegiatan membaca rutin juga dilaksanakan setiap Selasa.
Paskibra, Pocil hingga Dokter Cilik
Program penguatan karakter juga diperluas melalui Duta Polisi Cilik (Pocil) yang dikembangkan bersama pihak kepolisian. Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, sekaligus nilai kepemimpinan kepada siswa sejak dini.
Di bidang kesehatan, SDN 1 Lebakwangi tengah merintis program Dokter Cilik melalui kerja sama dengan Puskesmas setempat. Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk edukasi serta pemeriksaan kebersihan gigi.
Sekolah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat menggosok gigi dan sarana cuci tangan di lingkungan kelas.
Sementara dalam penguatan pendidikan keagamaan, sekolah menjalankan program Gerbang Berkah. Salah satu kegiatannya berupa pembiasaan salat Duha bersama sebagai bagian dari upaya membangun akhlakul karimah siswa.
Ke depan, Haris juga berencana menghadirkan zona khusus literasi di lingkungan sekolah agar budaya membaca semakin kuat dan menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
“210 Siswa Bergerak Bersama.”
Saat ini SDN 1 Lebakwangi memiliki sekitar 210 siswa. Haris berharap seluruh program yang dikembangkan dapat berjalan melalui kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan.
Menurutnya, kemajuan sekolah tidak bisa dibangun oleh kepala sekolah atau guru saja. Dibutuhkan kebersamaan agar berbagai program yang dirancang benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan siswa.
“Semoga kita bisa saling mendukung untuk kemajuan bersama, demi Kuningan Melesat,” pungkas Haris.(Heryanto)

















