Ke depan, BULOG juga akan memperkuat distribusi dengan menggandeng Koperasi Merah Putih sebagai stokis komoditas pangan, sehingga ketersediaan bahan pokok dapat lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Rokhmat Ardiyan menegaskan peran strategis BULOG sebagai penjaga cadangan pangan nasional. Ia menyebut, keberadaan stok yang kuat menjadi kunci menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan ancaman cuaca ekstrem.
“Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, kesiapan stok pangan menjadi hal yang sangat krusial,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi capaian pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional, serta meningkatnya kesejahteraan petani. Menurutnya, harga gabah saat ini lebih menguntungkan, dengan kisaran terendah mencapai Rp6.500, naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar Rp4.500.
Selain itu, penurunan harga pupuk hingga 20 persen dinilai turut membantu menekan biaya produksi petani.
Rokhmat memastikan, kualitas beras yang tersimpan di gudang BULOG tetap terjaga dan layak konsumsi. Hal ini didukung sistem pengelolaan stok yang baik melalui mekanisme rotasi, termasuk untuk stok lama sejak April 2025.
Ia juga mendukung langkah BULOG menggandeng koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa. Menurutnya, kedaulatan pangan harus dimulai dari desa agar tercipta kemandirian yang berkelanjutan.
“Jika desa kuat, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kokoh,” pungkasnya.(Heryanto)


















