Ia juga menjelaskan, pola keberangkatan Kloter 39 tahun ini berbeda dari biasanya. Setelah tiba di Embarkasi Indramayu sekitar pukul 07.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan akhir, para jemaah tidak menginap di asrama haji dan langsung diberangkatkan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Rombongan dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada pukul 15.45 WIB menggunakan penerbangan SV 5403 dan diperkirakan kembali ke tanah air pada 29 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat, serta stamina agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar.
Namun lebih dari itu, Bupati menitipkan nilai persaudaraan agar seluruh jemaah saling menjaga satu sama lain layaknya keluarga sendiri.
“Kami titip kekompakan dan kebersamaan. Saling memperhatikan, saling membantu, silih asah, silih asih, silih asuh. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” tutur Bupati dengan penuh haru.
Di hadapan para jemaah dan keluarga yang memadati area masjid, Bupati juga menitipkan doa untuk Kabupaten Kuningan agar senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, kemakmuran, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari Kementerian Agama, panitia penyelenggara, tenaga kesehatan, petugas pendamping, hingga aparat keamanan yang telah memastikan keberangkatan berjalan tertib dan lancar.
Pelepasan jemaah ditandai ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” oleh Bupati Kuningan yang langsung disambut lambaian tangan, pelukan, dan air mata haru keluarga pengantar.
Keberangkatan Kloter 39 menjadi momen penuh doa dan harapan, ketika ratusan warga Kuningan memulai perjalanan suci menuju Baitullah dengan iringan doa seluruh masyarakat agar kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.(Heryanto)


















