Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada seluruh ASN yang telah menuntaskan pengabdiannya kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut Dian, purnabakti bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru yang tetap penuh makna.
“Kurang lebih ada sekitar 150 ASN yang memasuki purnabakti untuk periode Juli sampai September 2026. Ini adalah hal yang wajar dalam dinamika birokrasi pemerintahan. Ada yang datang mengabdi, dan ada yang menyelesaikan masa tugasnya dengan penuh kehormatan,” tutur Dian.
Ia menegaskan, meskipun jumlah ASN yang pensiun cukup besar, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan tetap menjaga kualitas pelayanan publik melalui penataan dan optimalisasi pegawai yang ada.
“Secara ideal memang ketika ada ASN pensiun dilakukan rekrutmen baru. Namun saat ini kita masih menerapkan kebijakan zero growth dan harus menyesuaikan dengan aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada akhir 2027. Saat ini posisi kita masih sekitar 37 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Dian memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kita tetap menjaga mutu pelayanan publik. Instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan menjadi prioritas untuk diisi secara proporsional sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Di hadapan para calon purnabakti, Dian juga menyampaikan pesan menyentuh agar semangat pengabdian tidak berhenti meski telah memasuki masa pensiun.
“Pensiun bukan berarti akhir dari segalanya. Justru ini adalah babak baru pengabdian dengan tempat dan cara yang berbeda. Pengalaman selama menjadi abdi negara sangat berharga untuk masyarakat. Tetaplah menjadi penggerak, menjadi teladan, aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati berharap nilai-nilai integritas, loyalitas, serta dedikasi yang telah ditunjukkan para ASN senior dapat diwariskan kepada generasi ASN muda demi terciptanya birokrasi yang profesional, humanis, dan melayani dengan sepenuh hati.
Acara penyerahan SK pensiun berlangsung penuh kehangatan. Sejumlah ASN tampak terharu saat menerima SK purnabakti sebagai penanda berakhirnya masa tugas mereka sebagai abdi negara. Namun di balik suasana haru tersebut, tersimpan rasa bangga atas pengabdian panjang yang telah diberikan demi kemajuan Kabupaten Kuningan dan pelayanan kepada masyarakat.(Heryanto)


















