“Supaya tonase kendaraan juga disesuaikan. Kalau bus masuk ke tempat wisata, kadang tidak sesuai dengan tonase jalan yang ada,” jelasnya.
Selain pengaturan transportasi, Dishub juga melihat peluang untuk mengembangkan Terminal Wisata Paniis sebagai pusat aktivitas wisata, termasuk dengan mengumpulkan berbagai fasilitas kuliner di kawasan terminal.
“Kalau memang difasilitasi, nanti tempat-tempat kuliner bisa terkumpul di Paniis. Bus berhenti di Terminal Paniis, kemudian menuju objek wisata menggunakan mobil-mobil kecil,” katanya.
Untuk mendukung konektivitas tersebut, Dishub berencana menyiapkan titik pemberhentian atau halte sesuai dengan tujuan wisata, di antaranya menuju kawasan Cibuntu, Paniis, dan Cicerem.
Mengenai jumlah kendaraan kecil yang nantinya disiapkan, Nurdijanto menyebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jumlah wisatawan.
“Nanti diupayakan sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.
Optimalisasi Terminal Wisata Paniis diharapkan dapat menjadi bagian dari penataan transportasi wisata sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata Pasawahan dan sekitarnya secara lebih tertib dan terintegrasi.(Heryanto)

















