Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

759
×

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

“Legacy pemimpin sebelumnya justru harus dilestarikan. Masyarakat juga berhak mengetahui bahwa sebuah pembangunan merupakan bagian dari perjalanan dan sejarah daerah,” tegasnya.

“Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

Nuzul menilai Kabupaten Kuningan memiliki banyak lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun ikon baru tanpa harus mengorbankan ikon lama.

Ia menyebut sejumlah persimpangan jalan maupun ruang publik dapat menjadi alternatif lokasi pembangunan tugu kuda.

Baca Juga :  Bawa Harapan Majalengka, Tim Persima U-17 Siap Berjuang di Piala Soeratin 2026

“Banyak persimpangan jalan di Kuningan yang bisa dijadikan ciri atau ikon. Seperti Tugu Angklung yang dibangun di lokasi baru, itu menurut saya bagus. Jadi tidak perlu mengorbankan ikon yang sudah ada,” ungkapnya.

Menurut Nuzul, keberadaan berbagai ikon justru dapat memperkuat karakter dan identitas Kabupaten Kuningan, terutama jika masing-masing memiliki nilai sejarah dan budaya.

Pembongkaran Sudah Terjadi, Jangan Jadi Kebiasaan
Terkait tugu bola dunia yang sudah dibongkar, Nuzul mengatakan persoalan tersebut kini telah terjadi sehingga tidak ingin memperpanjang polemik.

Baca Juga :  Posyandu Digital: Inovasi Pelayanan Kesehatan di Majalengka

Namun, ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pembangunan ikon daerah ke depan dilakukan dengan lebih mempertimbangkan nilai sejarah.
“Kalau yang sudah dibongkar, ya sudah. Jangan kemudian menjadi kebiasaan. Ke depan harus lebih hati-hati,” katanya.

Nuzul menegaskan, dirinya tidak menolak pembangunan tugu kuda. Sebaliknya, ia mendukung penguatan identitas Kuningan melalui simbol budaya daerah, tetapi meminta agar pembangunan tersebut tidak dilakukan dengan menghapus jejak masa lalu.

Baca Juga :  Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Koramil 1716/Dawuan Gotong Royong Bangun Sarana Program Manunggal Air di Majalengka

“Bikin ikon baru silakan. Tapi jangan hapus sejarah. Karena Kuningan bukan hanya milik pemimpin hari ini, tetapi juga milik para pendahulu dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin