Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

397
×

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

“Legacy pemimpin sebelumnya justru harus dilestarikan. Masyarakat juga berhak mengetahui bahwa sebuah pembangunan merupakan bagian dari perjalanan dan sejarah daerah,” tegasnya.

“Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Nuzul menilai Kabupaten Kuningan memiliki banyak lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun ikon baru tanpa harus mengorbankan ikon lama.

Ia menyebut sejumlah persimpangan jalan maupun ruang publik dapat menjadi alternatif lokasi pembangunan tugu kuda.

Baca Juga :  Proton Super Cup Diharapkan Lahirkan Talenta Futsal Berbakat untuk Masa Depan

“Banyak persimpangan jalan di Kuningan yang bisa dijadikan ciri atau ikon. Seperti Tugu Angklung yang dibangun di lokasi baru, itu menurut saya bagus. Jadi tidak perlu mengorbankan ikon yang sudah ada,” ungkapnya.

Menurut Nuzul, keberadaan berbagai ikon justru dapat memperkuat karakter dan identitas Kabupaten Kuningan, terutama jika masing-masing memiliki nilai sejarah dan budaya.

Baca Juga :  Menjaga Kearifan Lokal, Babinsa Serma Didi Hadiri Doa Bersama Pareresan di Desa Sukasari Kaler Majalengka

Pembongkaran Sudah Terjadi, Jangan Jadi Kebiasaan
Terkait tugu bola dunia yang sudah dibongkar, Nuzul mengatakan persoalan tersebut kini telah terjadi sehingga tidak ingin memperpanjang polemik.

Namun, ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pembangunan ikon daerah ke depan dilakukan dengan lebih mempertimbangkan nilai sejarah.
“Kalau yang sudah dibongkar, ya sudah. Jangan kemudian menjadi kebiasaan. Ke depan harus lebih hati-hati,” katanya.

Baca Juga :  Jalin Persaudaraan, Jaga Kebangsaan, Bupati Dian: Paskibraka Jangan Berhenti di 17 Agustus

Nuzul menegaskan, dirinya tidak menolak pembangunan tugu kuda. Sebaliknya, ia mendukung penguatan identitas Kuningan melalui simbol budaya daerah, tetapi meminta agar pembangunan tersebut tidak dilakukan dengan menghapus jejak masa lalu.

“Bikin ikon baru silakan. Tapi jangan hapus sejarah. Karena Kuningan bukan hanya milik pemimpin hari ini, tetapi juga milik para pendahulu dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin