Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

376
×

Tugu Kuda Gantikan Tugu Bola Dunia, Nuzul Rachdy Pertanyakan: Kenapa Tidak Dibangun di Lokasi Lain?

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadikan kuda sebagai ikon daerah mendapat apresiasi Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy. Namun, ia mempertanyakan keputusan membangun tugu kuda di lokasi yang sebelumnya berdiri tugu bola dunia.

Hal itu disampaikan Nuzul saat ditemui di kediamannya, Sabtu (22/8/2026), menyikapi pembongkaran tugu bola dunia yang kemudian digantikan dengan ikon kuda.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Menurut Nuzul, kuda memang memiliki keterkaitan kuat dengan identitas dan sejarah Kabupaten Kuningan. Karena itu, gagasan menghadirkan ikon kuda dinilai positif dan patut didukung.

Baca Juga :  Pesantren Lansia Vila Quran Pajambon Jadi Percontohan, Pemkab dan Kemenag Kuningan Siapkan Konsep Pendidikan Usia Senja

Namun, ia menilai pembangunan ikon baru seharusnya tidak dilakukan dengan menghilangkan ikon yang sudah lebih dahulu menjadi bagian dari perjalanan daerah.

“Gagasan Pak Bupati untuk membuat ikon kuda kita sambut baik. Kuda memang sudah menjadi ikon Kuningan dan perlu dilestarikan. Tapi kenapa harus membongkar ikon yang sudah ada? Kenapa tidak mencari lokasi baru?” tegas Nuzul.

Baca Juga :  Kuwu Gempol Resmi dilantik. Imron: Jaga Kondusifitas dan Keamanan di Tahun Politik

Jangan Hapus Jejak Sejarah
Nuzul mengingatkan, sebuah tugu bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri di tengah jalan. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, filosofi, serta jejak pembangunan dari kepemimpinan pada masanya.

“Sekecil apa pun tugu atau ciri ikon itu, pasti memiliki nilai historis dan filosofis. Jangan hanya dilihat dari bentuk fisiknya. Itu bagian dari perjalanan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Penghubung Desa Sukamaju Ke Desa Cisaat Dukuhbadag Dan Bantarpanjang Hampir Amblas

Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak terjebak pada pola setiap pergantian kepemimpinan selalu diikuti dengan penghapusan karya pemimpin sebelumnya.

“Jangan sampai setiap berganti pemimpin, apa yang dibangun pemimpin sebelumnya dianggap harus dihilangkan. Kalau begitu, kapan kita punya sejarah pembangunan yang utuh?” katanya.

Menurutnya, setiap pemimpin memiliki kontribusi masing-masing yang semestinya dapat dirawat dan dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin