Lebih lanjut, Panglima TNI mengingatkan tentang situasi perang Iran-Israel dan Amerika Serikat yang terus memanas serta berdampak luas pada politik dan ekonomi nasional. Ia juga menyebutkan bahwa TNI kehilangan beberapa prajurit terbaik yang bertugas di perbatasan Israel-Lebanon. Sebagai dampak krisis energi global, efisiensi anggaran dan energi juga harus dilaksanakan, termasuk kebijakan work from home setiap hari Jumat.
“Dalam situasi ini, kesiapan dan kewaspadaan kita terhadap tugas dan fungsi satuan di wilayah masing-masing harus tetap tinggi,” tegas amanat tersebut.
Panglima TNI juga menyoroti masih terjadinya peristiwa hukum yang melibatkan anggota TNI, yang dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh prajurit diminta selalu bersikap hati-hati, teliti, dan taat aturan.
Selain itu, peringatan keras disampaikan terkait penggunaan media sosial. Banyak opini, berita bohong, dan provokasi yang berpotensi menjadi sumber perpecahan. Prajurit dan PNS TNI diminta bijak, tidak mudah terpengaruh, serta ikut serta menjawab dengan santun jika institusi TNI dirugikan di media sosial.
Panglima TNI menutup amanatnya dengan menekankan perlunya peningkatan keimanan, mengikuti perkembangan strategis, serta terus menjadi pionir dalam membangun kinerja TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA) di tengah perubahan lingkungan strategis yang dinamis.
Upacara berlangsung tertib dan lancar, menunjukkan semangat kebersamaan dan kedisiplinan jajaran Kodim 0617/Majalengka pasca perayaan Idul Fitri. (Pendim_0617/VC)


















