“Ini merupakan inisiatif dari para pemuda. Dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap semangat membuat kegiatan olahraga seperti ini,” katanya.
Tuti juga menyoroti kondisi lapangan voli yang digunakan dalam turnamen tersebut. Saat ini, lahan tersebut masih berstatus milik pribadi warga dan dimanfaatkan untuk latihan maupun pertandingan.
“Untuk perhatian terhadap lapangan ini belum bisa dilakukan karena status lahannya masih milik pribadi warga. Kita harus melihat aspek status tanahnya terlebih dahulu,” jelasnya.
Namun demikian, Wabup mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap berupaya menyediakan ruang bagi kegiatan olahraga di tengah keterbatasan lahan.
“Kita memahami kondisi masyarakat, terutama keterbatasan lahan. Tetapi semangat para pemuda untuk membangun kegiatan positif melalui olahraga ini sangat baik dan perlu terus didukung,” pungkasnya.
Turnamen Phuma Cup diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga serta menjadi langkah awal dalam pembinaan bibit-bibit atlet bola voli di Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















