Usai kegiatan, Tuti menjelaskan bahwa rakor dilaksanakan secara bertahap di setiap daerah pemilihan agar persoalan di masing-masing wilayah dapat dipetakan secara lebih rinci dan dicarikan solusi yang tepat.
“Melalui evaluasi per dapil, kita bisa menggali persoalan yang dihadapi setiap wilayah, baik terkait stunting, kemiskinan maupun program Kabupaten Sehat. Dengan begitu, langkah penanganannya akan lebih terarah,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa upaya menurunkan angka kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui intervensi sosial dan kesehatan, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja. Salah satunya dengan pelaksanaan Kuningan Job Fair 2026 yang digelar pada hari yang sama.
Terkait kondisi di Dapil V, Tuti mengakui angka stunting di wilayah tersebut masih tergolong tinggi sehingga memerlukan perhatian dan kerja sama lintas sektor.
“Kami terus berupaya menekan angka stunting. Target zero stunting memang membutuhkan proses, namun Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mengoptimalkan berbagai program agar prevalensi stunting terus menurun dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga target percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan dapat tercapai secara berkelanjutan.(Heryanto)


















