Tuti menjelaskan bahwa perannya lebih banyak membantu menjembatani pelaku UMKM lokal agar dapat terlibat dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Ia mengaku sering menghubungkan kebutuhan mitra dapur dengan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Kuningan.
“Kita membantu UMKM. Kalau ada kebutuhan roti atau produk tertentu, saya hanya menyampaikan kepada mitra supaya bisa bekerja sama. Tujuannya agar ekonomi masyarakat juga bergerak,” jelasnya.
Terkait adanya beberapa dapur yang mengalami kendala operasional akibat keterlambatan pencairan anggaran, Tuti mengakui bahwa persoalan tersebut memang terjadi di tingkat yang lebih tinggi dan berdampak pada operasional di lapangan.
“Informasinya memang ada keterlambatan. Untuk sementara para mitra diminta membantu dulu agar pelayanan tetap berjalan. Yang penting jangan sampai kualitas makanan dan menu bergizi untuk anak-anak berkurang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kualitas gizi harus tetap menjadi prioritas utama, terutama karena Kabupaten Kuningan masih menghadapi tantangan angka stunting yang cukup tinggi.
“Kami selalu menekankan agar menu yang diberikan tetap bergizi dan berkualitas. Jangan sampai program Makan Bergizi Gratis berjalan tetapi tujuan menurunkan stunting tidak tercapai. Program ini harus benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” pungkasnya.(Heryanto)


















