Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Warga Rela Kepanasan Demi Saksikan Seba Sapton, Kenyamanan Pejabat Jadi Sorotan

22
×

Warga Rela Kepanasan Demi Saksikan Seba Sapton, Kenyamanan Pejabat Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Helaran Seba Sapton tahun ini mengusung tema “Ajeg Purbawisesa”. Prosesi diawali kirab keprajuritan yang melibatkan lima Kademangan sebagai representasi wilayah kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Rangkaian dilanjutkan dengan penyerahan pusaka, prosesi Seba, pertunjukan tari kolosal serta berbagai kesenian tradisional. Pada sore hari, masyarakat mengikuti prosesi Babarit yang kemudian ditutup dengan Murak Tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, pelaksanaan Seba Sapton dan Babarit merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga :  MPK Desak Penertiban Koperasi Bermasalah, Praktik Bunga Tinggi Dinilai Cederai Semangat Hari Koperasi Nasional

Menurutnya, pemindahan prosesi Sapton ke Jalan Siliwangi diharapkan membuat pertunjukan dapat disaksikan masyarakat secara lebih luas. Tingginya antusiasme warga juga dinilai menunjukkan bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat.

“Tradisi leluhur dari waktu ke waktu terus kita pertahankan. Menghormati dan merawat tradisi ini juga seperti merawat masa depan,” ujar Dian.

Baca Juga :  Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Obat Keras Tanpa Izin, Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Ia berharap Seba Sapton dan Babarit tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus menjadi ruang yang semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Antusiasme warga yang rela berpanas-panasan menjadi salah satu gambaran kuat dalam pelaksanaan Seba Sapton tahun ini. Mereka datang bukan karena fasilitas yang nyaman, melainkan karena kecintaan terhadap tradisi dan keinginan untuk menyaksikan langsung warisan budaya Kuningan.

Baca Juga :  Bank Kuningan Sabet Bintang 5 TOP BUMD Awards 2026, Borong Penghargaan Bergengsi Nasional

Di sisi lain, perbedaan kenyamanan antara masyarakat dan tamu undangan menjadi catatan tersendiri. Ke depan, penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar diharapkan dapat semakin memperhatikan kenyamanan masyarakat sebagai penonton utama.

Sebab, ketika tradisi daerah diposisikan sebagai milik bersama, masyarakat semestinya tidak hanya menjadi penonton yang berdiri di bawah terik matahari, tetapi juga mendapatkan ruang dan fasilitas yang layak untuk menikmati kemeriahan budayanya.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin