Meski Indonesia dinobatkan sebagai negara nomor dua terkuat menghadapi krisis energi dari 52 negara konsumen energi terbesar dunia, KASAD meminta agar kewaspadaan tetap tinggi. Ancaman nyata yang harus dihadapi adalah prediksi kemarau panjang disertai kekeringan ekstrem yang kemungkinan terjadi pada Juni 2026 mendatang.
“Ancaman ini bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan ujian ketahanan bagi seluruh lapisan bangsa yang berimplikasi pada stabilitas nasional,” tegas amanat tersebut.
Untuk itu, KASAD memerintahkan seluruh jajaran TNI AD agar terus mendukung kebijakan pemerintah dalam efisiensi energi. Gugus tugas telah dibentuk untuk mengoptimalkan penggunaan BBM, gas, listrik, dan air di fasilitas perkantoran, pangkalan, serta sarana prasarana latihan.
Lebih lanjut, prajurit diingatkan untuk terus merangkul komponen bangsa, membantu kesulitan rakyat, dan memastikan kehadiran negara. Program unggulan TNI AD seperti pembangunan ratusan jembatan dan karya bakti skala besar harus terus ditingkatkan.
“Jadikan semangat menebar kebaikan sebagai bagian dari budaya kerja organisasi. Perkuat kesadaran kolektif berbasis gotong royong untuk mendukung pengelolaan energi domestik, percepatan diversifikasi listrik nasional, serta transisi menuju energi hijau,” pesan KASAD.
Di akhir amanat, ia menekankan agar seluruh prajurit dan ASN TNI AD bijak menyikapi setiap persoalan, fokus pada tugas pokok, serta menghindari pelanggaran sekecil apapun.
Upacara berlangsung khidmat dan lancar. Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rayahu berharap amanat KASAD ini menjadi pelecut semangat bagi jajarannya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menghadapi potensi bencana kekeringan di wilayah Majalengka dan sekitarnya. (Pendim_0617/VC)


















