ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, Toni Kusumanto, usai mendampingi Komandan Kodim 0615/Kuningan, Hafda Prima Agung, anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, serta Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, dalam peninjauan Kopdes Merah Putih di Bandorasa Wetan, Selasa (28/4/2026).
Toni mengungkapkan, pembangunan gerai koperasi ditargetkan menjangkau 376 desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan. Namun hingga saat ini, masih terdapat 183 desa/kelurahan yang belum memiliki gerai koperasi.
“Secara kelembagaan, sebenarnya kepengurusan koperasi di seluruh desa sudah terbentuk. Tantangannya ada pada pembangunan fisik gerai dan kesiapan operasionalnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kendala utama di lapangan adalah keterbatasan lahan. Tidak semua desa memiliki lokasi yang siap digunakan, sementara di beberapa titik yang tersedia, membutuhkan biaya besar untuk pengurukan tanah.
Selain itu, faktor skala ekonomi juga menjadi tantangan, terutama di desa dengan jumlah penduduk relatif kecil, sehingga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha koperasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah tengah melakukan pemetaan potensi ekonomi desa agar jenis usaha koperasi dapat disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, kesehatan, simpan pinjam, perdagangan hingga produksi.
“Kami tidak ingin kehadiran koperasi justru mematikan pelaku usaha kecil yang sudah ada. Karena itu, strategi bisnisnya disusun agar saling menguatkan,” jelasnya.


















