ELTV SATU || KUNINGAN – Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik, Ketua Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK), Fery Rizkiana Tri Putra, menyoroti kondisi perekonomian daerah dan berharap momentum tersebut menjadi titik balik bagi Kabupaten Kuningan untuk keluar dari status zona kemiskinan ekstrem.
Menurut Fery, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda pendataan rutin sepuluh tahunan, melainkan cerminan nyata atas efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sensus Ekonomi 2026 harus menunjukkan progres yang nyata. Kami di KOMPAK berharap hasil pendataan nanti menjadi bukti bahwa Kuningan berhasil keluar dari zona kemiskinan ekstrem. Kita tidak boleh terus-menerus terjebak dalam label daerah miskin di Jawa Barat,” ujar Fery dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Fery menegaskan, untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan perlu melakukan langkah yang lebih terukur dan tidak lagi menggunakan pola lama dalam penanganan ekonomi masyarakat. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) harus benar-benar menyentuh akar persoalan ekonomi hingga tingkat desa.
“Pemerintah daerah harus lebih agresif dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung sektor UMKM lokal. Jangan sampai hasil sensus nanti hanya menjadi tumpukan data tanpa ada perubahan signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat,” katanya.
KOMPAK menilai potensi sumber daya alam, sektor pariwisata, dan pertumbuhan UMKM di Kabupaten Kuningan sejatinya mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antar-OPD dinilai penting agar program bantuan dan pemberdayaan masyarakat lebih tepat sasaran.


















