ELTV SATU || KUNINGAN — Komisi V DPR RI menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibeureum atau SPAM Bendung Kuningan melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Perum Perhutani. Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Kantor Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Kamis (18/6/202).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Dr. H. Ukas Suharfaputra, M.P., memaparkan sejumlah program dan kondisi pelayanan air minum di Kabupaten Kuningan, termasuk rencana pengembangan SPAM Cibeureum yang menjadi salah satu program strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dirut PDAM Tirta Kamuning menjelaskan, saat ini tarif air minum PDAM Kuningan masih menjadi salah satu yang terendah dibandingkan wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Setelah penyesuaian tarif terakhir pada 2025, kenaikan rata-rata hanya berkisar Rp500 hingga Rp1.000.
“Tarif PDAM Kuningan masih berada di bawah standar batas kemampuan masyarakat. Dibandingkan daerah lain di wilayah Ciayumajakuning, Kuningan masih termasuk yang terendah,” ujar Ukas.
Ia juga menyampaikan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan perkembangan positif. Laba kotor PDAM Tirta Kamuning tercatat sebesar Rp8,337 miliar, sementara setoran dividen kepada pemerintah daerah mencapai 55 persen dari laba bersih. Target dividen sebelumnya sebesar Rp2,8 miliar berhasil terlampaui menjadi Rp3,38 miliar dan telah diselesaikan pembayarannya.
Terkait rencana pengembangan SPAM Cibeureum, Ukas menjelaskan proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari pembangunan infrastruktur sumber air yang telah selesai melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2022, 2023, dan 2024.
“Bangunan intake sudah selesai 100 persen dengan kapasitas 100 liter per detik. Rencana pelayanan mencakup tiga kecamatan dan 12 desa dengan proyeksi sekitar 10.000 sambungan rumah,” jelasnya.
Untuk melanjutkan pembangunan, PDAM Tirta Kamuning telah menyiapkan usulan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA/WTP), jaringan distribusi utama, serta sarana pendukung lainnya dengan kebutuhan anggaran berdasarkan Detail Engineering Design (DED) sekitar Rp118,876 miliar.


















