ELTV SATU || KUNINGAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadikan kuda sebagai ikon daerah mendapat apresiasi Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy. Namun, ia mempertanyakan keputusan membangun tugu kuda di lokasi yang sebelumnya berdiri tugu bola dunia.
Hal itu disampaikan Nuzul saat ditemui di kediamannya, Sabtu (22/8/2026), menyikapi pembongkaran tugu bola dunia yang kemudian digantikan dengan ikon kuda.
Menurut Nuzul, kuda memang memiliki keterkaitan kuat dengan identitas dan sejarah Kabupaten Kuningan. Karena itu, gagasan menghadirkan ikon kuda dinilai positif dan patut didukung.
Namun, ia menilai pembangunan ikon baru seharusnya tidak dilakukan dengan menghilangkan ikon yang sudah lebih dahulu menjadi bagian dari perjalanan daerah.
“Gagasan Pak Bupati untuk membuat ikon kuda kita sambut baik. Kuda memang sudah menjadi ikon Kuningan dan perlu dilestarikan. Tapi kenapa harus membongkar ikon yang sudah ada? Kenapa tidak mencari lokasi baru?” tegas Nuzul.
Jangan Hapus Jejak Sejarah
Nuzul mengingatkan, sebuah tugu bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri di tengah jalan. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, filosofi, serta jejak pembangunan dari kepemimpinan pada masanya.
“Sekecil apa pun tugu atau ciri ikon itu, pasti memiliki nilai historis dan filosofis. Jangan hanya dilihat dari bentuk fisiknya. Itu bagian dari perjalanan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak terjebak pada pola setiap pergantian kepemimpinan selalu diikuti dengan penghapusan karya pemimpin sebelumnya.
“Jangan sampai setiap berganti pemimpin, apa yang dibangun pemimpin sebelumnya dianggap harus dihilangkan. Kalau begitu, kapan kita punya sejarah pembangunan yang utuh?” katanya.
Menurutnya, setiap pemimpin memiliki kontribusi masing-masing yang semestinya dapat dirawat dan dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya.


















