ELTV SATU || KUNINGAN – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Kuningan tak hanya menyasar perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Pelaksanaannya juga ikut membuka peluang kerja dan menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar sekolah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.MPd., melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (SD), Surya, S.Pd., M.M., saat ditemui Jumat (18/9/2026).
Menurut Surya, pola pelaksanaan revitalisasi secara swakelola membuat manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Tenaga kerja lokal dilibatkan, sementara kebutuhan material pembangunan diupayakan berasal dari lingkungan sekitar sepanjang memenuhi ketentuan dan standar teknis.
“Revitalisasi kan swakelola dan dilakukan masyarakat setempat. Kalau di desa tidak ada tenaga ahli, baru bisa mencari dari luar. Tapi insyaallah di Kuningan tenaga ahlinya ada,” ujar Surya.
Perputaran aktivitas pembangunan tersebut tidak hanya dirasakan para pekerja. Toko bangunan, penyedia material, jasa angkutan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi sekolah turut mendapatkan dampak dari meningkatnya kebutuhan selama proses revitalisasi berlangsung.
“Dengan adanya program revitalisasi, tentu ada pergerakan ekonomi. Ada tukang, pekerja, penyedia material dan kebutuhan lainnya yang ikut terlibat,” katanya.
Untuk tahun 2026, program revitalisasi telah berjalan di 55 sekolah dengan nilai sekitar Rp45 miliar. Sejumlah sekolah lainnya masih menjalani tahapan proses dan verifikasi.
Disdikbud Kuningan juga terus melakukan pembenahan serta pemutakhiran data sekolah sebagai bagian dari persiapan memperoleh program pemerintah pusat.

















