ELTV SATU || KUNINGAN – Puncak Semarak Hari Jadi ke-34 Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menghidupkan kembali fungsi Terminal Wisata Paniis sebagai pusat transit dan penyangga destinasi wisata.

Kegiatan yang digelar di Terminal Wisata Paniis, Sabtu (3/10/2026), sekaligus dirangkai dengan launching Terminal Wisata Paniis. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Kepala BKPSDM, Kepala DPMD, para kepala desa se-Kecamatan Pasawahan, Direktur BUMDes Aria Kamuning Iim Ibrohim, para kepala sekolah serta sejumlah undangan lainnya.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, Kecamatan Pasawahan memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata terpadu. Sejumlah desa di wilayah tersebut telah memiliki destinasi unggulan, di antaranya Cibuntu dan Kaduela.

Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dalam satu ekosistem pariwisata yang saling melengkapi. Antardesa tidak perlu berjalan sendiri-sendiri atau saling bersaing, tetapi harus membangun kekuatan bersama.

“Ke depan kawasan Pasawahan ini harus menjadi sebuah aglomerasi. Antardesa jangan saling bersaing, tapi saling melengkapi,” ujar Dian.

Ia menilai Pasawahan memiliki modal wisata yang lengkap, mulai dari bentang alam, posisi strategis, udara yang sejuk, tradisi dan kebudayaan yang kuat, hingga keramahan masyarakat.
Namun, pembangunan infrastruktur menurutnya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab, destinasi wisata yang berkembang tidak akan maksimal apabila tidak didukung masyarakat yang ramah, peduli kebersihan dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.
“Selain promosi, yang terpenting ada SDM. Kalau destinasi wisata terus bermunculan, infrastruktur bagus tapi tidak ditunjang SDM yang ramah dan peduli terhadap kebersihan, juga akan sulit,” tegasnya.
Dian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata Pasawahan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola destinasi wisata dan BUMDes.
Dalam waktu dekat, Pemkab Kuningan akan menggelar rapat koordinasi khusus bersama sejumlah perangkat daerah, para kepala desa dan BUMDes untuk membahas penguatan sektor pariwisata di kawasan Pasawahan.

















