“Bentang alam Pasawahan bukan hanya wisata, tapi juga tentang tradisi, kebudayaan, keramahan, kerajinan dan sikap perilaku dalam menyambut para wisatawan,” katanya.
GEMPAR dan Terminal Paniis
Sementara itu, Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi mengatakan, peringatan Milangkala ke-34 Kecamatan Pasawahan mengusung dua misi utama, yakni menjalankan program GEMPAR atau Gerakan Masyarakat Menuju Kecamatan Pariwisata serta memaksimalkan kembali Terminal Wisata Paniis.
Program GEMPAR diarahkan untuk menyatukan berbagai potensi objek wisata yang tersebar di desa-desa Kecamatan Pasawahan agar dapat dikembangkan secara bersama.
“Program GEMPAR untuk menyatukan objek-objek wisata yang ada di Kecamatan Pasawahan. Yang kedua, memaksimalkan Terminal Paniis supaya bisa berbenah lagi, ramai lagi, semarak lagi sebagai penyangga atau akses ke objek-objek wisata,” jelas Asep.
Menurutnya, pengembangan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pariwisata. Dengan semakin berkembangnya kunjungan wisata, sektor UMKM masyarakat juga diharapkan ikut tumbuh.
Asep menambahkan, rangkaian Milangkala Kecamatan Pasawahan ke-34 juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi dan sejarah masing-masing desa, termasuk produk-produk UMKM.
Ia menjelaskan, secara historis Kecamatan Pasawahan mulai berdiri melalui proses pemekaran pada 28 September. Peringatan tahun ini kemudian dirangkai dalam sejumlah kegiatan hingga puncaknya pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Dengan adanya pariwisata, otomatis UMKM masyarakat itu akhirnya menggeliat,” ujarnya.
Terkait optimalisasi Terminal Wisata Paniis, Asep menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola wisata dan Dinas Perhubungan.
Menurutnya, diperlukan pembahasan lanjutan untuk menyatukan persepsi dan merumuskan pola pengelolaan terminal agar benar-benar dapat berfungsi sebagai akses dan penyangga kawasan wisata Pasawahan.
“Ini kolaborasi. Desa-desa mendukung, pengelola wisata juga mendukung. Tinggal pemantapan antara kami, desa, kemudian khususnya Dishub untuk menyatukan persepsi,” katanya.
Dengan penguatan GEMPAR dan optimalisasi Terminal Wisata Paniis, Kecamatan Pasawahan diharapkan tidak hanya menjadi kawasan yang memiliki banyak destinasi wisata, tetapi juga mampu membangun satu kesatuan ekosistem pariwisata yang berdampak langsung terhadap perekonomian dan keberdayaan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema pembangunan Kuningan untuk terus bergerak dan melesat melalui penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.(Heryanto)

















