“Terkait Gerindra, Agus: Keputusan Ada di Pusat.”
Menanggapi isu politik lainnya mengenai Wakil Bupati Tuti Andriani yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Agus mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari dinamika internal partai.
Menurutnya, siapa pun yang memiliki peluang untuk menduduki posisi tersebut merupakan hal yang sah dalam politik. Namun, keputusan akhir tetap menjadi kewenangan pimpinan partai.
“Dalam politik, baik Mamat Tuti maupun yang lainnya, tentu punya peluang. Tetapi partai memiliki mekanisme dan ketua partai memiliki kewenangan untuk menentukan,” katanya.
Agus menambahkan, sebagai kader Partai Gerindra, Tuti Andriani tentu harus siap apabila mendapatkan amanah dari partai.
“Kalau memang diberikan amanah, sebagai kader partai tentunya harus siap. Apalagi Mamat Tuti memang berangkat dari Gerindra,” ujarnya.
Sementara terkait isu bahwa komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati mulai renggang, termasuk kabar bahwa Wakil Bupati tidak dilibatkan dalam proses rotasi dan mutasi, Agus kembali membantahnya.
Ia menilai komunikasi antara keduanya tetap berjalan dan berbagai persoalan pemerintahan dibahas melalui mekanisme yang ada.
“Tidak juga, tidak juga. Pola komunikasi tetap berjalan,” tegasnya.
Agus berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu politik yang belum terkonfirmasi. Ia mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif agar Bupati dan Wakil Bupati dapat terus berkonsentrasi menjalankan pemerintahan dan menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Kuningan.
Dengan demikian, isu keretakan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani ditegaskan tidak benar. Keduanya disebut masih solid dan harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan serta mewujudkan program DIRAHMATI untuk masyarakat Kuningan.(Heryanto)


















