Jika proyek awal berjalan optimal, penataan akan diperluas ke wilayah lain seperti Cilimus dan Luragung.
Prioritaskan Keamanan dan Estetika Kota
Bupati menegaskan, penataan ini bukan sekadar merapikan tampilan kota, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Pertama untuk menjamin keamanan warga, kedua agar tidak mengganggu estetika kota,” tegasnya.
Ia mengakui, persoalan kabel semrawut ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Mudah-mudahan di masa kepemimpinan kita ini bisa diselesaikan,” ujarnya.
Sekaligus Benahi Trotoar, Tekan Beban APBD
Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada penataan kabel, tetapi juga akan dibarengi dengan perbaikan trotoar di sejumlah ruas jalan.
Melalui sistem ducting, kabel akan ditanam di bawah jalur trotoar, yang sekaligus diperbaiki oleh pihak penyedia jaringan.
“Trotoar yang rusak akan ikut diperbaiki. Jadi kita sambil menyelam minum air. Selain merapikan kabel, kita juga memperbaiki fasilitas publik,” jelasnya.
Bupati menambahkan, kerja sama dengan pihak ketiga menjadi strategi untuk menyiasati keterbatasan anggaran daerah.
“Ini salah satu upaya kita menghemat APBD, dengan melibatkan pihak ketiga dalam penataan infrastruktur,” pungkasnya.(Heryanto).


















