“Alhamdulillah! Ini jembatan harapan kami selama bertahun-tahun. Dulu pernah pakai getek, tapi sling-nya putus. Pakai jembatan kayu pun berbayar, awalnya Rp2.000 sekarang Rp3.000 sekali melintas. Kalau banjir, kami sama sekali tak ada akses. Dengan jembatan gantung ini, warga benar-benar bahagia dan tak terbebani biaya lagi,” ungkap Endah.
Proses terwujudnya jembatan ini pun terbilang dramatis dan super cepat. Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengaku langsung dihubungi Bupati Majalengka di hari-hari pertamanya menjabat.
“Saya baru 4 hari menjabat Dandim, jam 05.10 pagi ditelepon Pak Bupati. Beliau menceritakan ada warga yang sungainya lebar tapi cuma ada jembatan swadaya. Lewat program khusus Presiden dan jajaran TNI AD, alhamdulillah anggaran Jembatan Perintis Garuda ini bisa turun,” jelas Dandim.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan gantung bentang 108 meter ini penuh tantangan sehingga butuh doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar kokoh dan aman digunakan.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan bentuk hadirnya negara di tengah kesulitan rakyat.
“Hari ini saya turun langsung melihat lokasi, luar biasa kepekaan Pak Dandim dan jajaran. Ini bukti nyata negara hadir mempercepat transportasi dan menghubungkan silaturahmi warga. Kita doakan proses pembangunannya lancar,” tegas Bupati.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri Kapolres Majalengka diwakili Kabag Ren AKP Dede, Danlanud S. Sukani Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, jajaran Forkopimda, Kadis PUTR, Kadis Ketahanan Pangan & Pertanian, Kadis DPMD, serta ratusan warga Desa Putridalem yang antusias menyambut jembatan baru mereka. (Pendim_0617/VC)

















