Dalam pelaksanaannya, PKK terus melakukan penguatan kelembagaan, penataan administrasi, serta peningkatan kapasitas kader sesuai hasil Rakernas X PKK Tahun 2025. Tahun 2025 juga dicanangkan sebagai tahun efisiensi, dengan optimalisasi kegiatan berbasis potensi yang ada.
Berbagai program unggulan juga dijalankan melalui kelompok kerja (Pokja), seperti sosialisasi pola asuh anak dan remaja di era digital (PAREDI), gerakan literasi melalui sudut baca desa, hingga inovasi lokal seperti program “Gegejig” (Gemar Mengaji) bagi anak-anak.
Di bidang kesehatan dan pendidikan, PKK aktif mendorong penyuluhan gizi, penguatan PAUD, serta pengembangan program keterampilan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ella Elayati, menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menyebut keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, serta mendidik anak dengan baik.
“Peran ibu sangat strategis dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, serta mendukung pendidikan anak sejak usia dini, termasuk melalui program PAUD Holistik Integratif.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya tertib administrasi PKK serta sinergi lintas sektor dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan keluarga sejahtera dan generasi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran PKK sebagai garda terdepan dalam pembangunan berbasis keluarga serta mendorong terwujudnya masyarakat Mandirancan yang mandiri dan sejahtera.(Heryanto)


















