“Kami sudah meminta bantuan ke provinsi dan malam ini kemungkinan turun dua mobil penyuplai air. Jika besok masih menyala, kami juga akan mencoba meminta bantuan dari kabupaten tetangga hingga pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Dian, kebakaran di TPSA memiliki tingkat kesulitan tinggi karena material sampah yang terbakar mencapai ribuan ton. Meski api di permukaan berhasil dipadamkan, bara di bagian bawah timbunan sampah masih dapat bertahan dan kembali memicu api.
“Kalau air disiramkan ke atas, api memang padam di permukaan, tetapi di bawah masih membara. Itu yang membuat api kembali muncul,” jelasnya.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Yonif TP 839 Satria Abyakta, Polri, Damkar, BPBD hingga unsur terkait lainnya. Seluruh personel terus bekerja sejak pagi untuk mengendalikan kobaran api.
“Sejak pagi api ini terus berkembang, tetapi kita berupaya tidak berhenti. Semua unsur bersama-sama melakukan penanganan,” tegas Bupati.
Bupati Dian memastikan dirinya terus memantau perkembangan di lapangan hingga Rabu petang. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan langkah percepatan dan menambah dukungan personel maupun sarana pemadaman apabila kondisi kebakaran belum sepenuhnya terkendali.(Heryanto)


















