“Orang tua juga harus ikut bertanggung jawab. Mereka perlu dipanggil untuk mengetahui akar persoalan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Meski kasus tersebut melibatkan sekolah menengah kejuruan yang secara kewenangan berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait demi menjaga keamanan dan ketertiban pelajar di daerah.
“Walaupun secara administratif menjadi kewenangan pemerintah provinsi, kami tetap akan berkoordinasi agar ada langkah-langkah pencegahan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Bupati Dian juga mengingatkan bahwa masih terdapat ribuan pelajar di Kabupaten Kuningan yang berprestasi dan menjaga nama baik daerah. Karena itu, ia berharap tindakan segelintir oknum tidak merusak citra dunia pendidikan Kuningan yang selama ini terus dibangun.(Heryanto)


















