“Investor selalu meminta data yang riil dan terpercaya. Mereka ingin mengetahui kondisi ekonomi daerah secara nyata sebelum mengambil keputusan investasi. Karena itu, kualitas data menjadi faktor yang sangat menentukan,” katanya.
Bupati juga berpesan agar seluruh petugas sensus bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. Ia meminta petugas melakukan pendataan secara teliti serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha.
“Datangi responden dengan sikap ramah, sopan, dan persuasif. Kejujuran responden akan muncul jika petugas mampu membangun kepercayaan. Jangan sampai masyarakat merasa terintimidasi saat memberikan informasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dian meminta seluruh camat, lurah, kepala desa, dan unsur pemerintahan lainnya untuk membantu menyosialisasikan pelaksanaan sensus kepada masyarakat. Ia berharap para pelaku usaha, pedagang, petani, peternak, pengrajin, pelaku UMKM, hingga perusahaan besar dapat memberikan data yang sebenarnya demi keberhasilan sensus.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Semakin baik kualitas data yang diperoleh, semakin baik pula kualitas kebijakan yang akan dihasilkan pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kuningan Urip Sugeng Santoso menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi di daerah.
Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi.
“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan dan dukungan masyarakat. Karena itu kami berharap seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta menjaga integritas selama proses pendataan,” ujar Urip.
Melalui Apel Siaga tersebut, seluruh petugas sensus diharapkan siap menjalankan tugas secara profesional guna menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya sebagai dasar pembangunan Kabupaten Kuningan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar mengajak seluruh petugas menjadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum membangun budaya pemerintahan berbasis data.
“Data yang baik dan akurat adalah pondasi pembangunan hari ini dan masa depan. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Kuningan yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.(Heryanto)


















