Menurut pengakuannya kepada keluarga, Parmo sempat merasa berada di Surabaya sebelum akhirnya diantar seseorang menuju Pacitan.
“Keluarga dapat informasi dari kerabat di Bekasi dan dari adiknya, Sukir, kalau Pak Parmo ada di Pacitan,” kata Uri.
Karena tidak ingin tertipu informasi palsu, keluarga kemudian meminta dilakukan panggilan video atau video call untuk memastikan identitas Parmo.
“Waktu video call terlihat memang benar Pak Parmo sedang bersama perangkat desa setempat di Pacitan,” jelasnya.
“Dijemput Tengah Malam, Pulang Saat Isya.”
Setelah memastikan kondisi Parmo, pihak keluarga bersama Lurah Manis langsung berangkat menuju Pacitan menggunakan mobil pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Perjalanan panjang lintas provinsi itu akhirnya membawa Parmo kembali ke kampung halamannya di Desa Ragawacana pada Kamis malam sekitar waktu Isya.
Kedatangan Parmo disambut haru keluarga setelah hampir lima hari dinyatakan hilang tanpa kabar.
“Masih Bingung dengan Peristiwa yang Dialami.”
Uri menyebut kondisi Parmo saat ini sudah sadar, namun masih tampak kebingungan dan belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi selama dirinya menghilang.
“Beliau masih bingung dengan kejadian yang dialaminya. Kadang ingat, kadang seperti masih linglung,” ujarnya.
Dalam keterangannya kepada keluarga, Parmo juga mengaku selama menghilang merasa seperti dibawa berpindah-pindah tempat oleh sesuatu yang tidak ia pahami hingga akhirnya tersadar berada di Jawa Timur.
Kisah tersebut kini menjadi perbincangan warga karena dianggap penuh kejanggalan dan sulit dijelaskan secara logika.(Heryanto)


















