“Wilayah timur merupakan daerah yang selama ini paling banyak mengalami kekeringan. Apabila program pengembangan SPAM di wilayah tersebut, baik melalui SPAM Cibeureum maupun Bendung Kuningan, dapat terwujud, maka manfaatnya akan sangat besar,” katanya.
Selain memperluas cakupan pelayanan, program tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini harus mendapatkan bantuan distribusi air saat musim kemarau.
Ukas mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir PDAM Tirta Kamuning harus menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah timur mencapai sekitar 900 ribu hingga 1 juta liter per tahun ketika terjadi kekeringan.
“Bantuan terbesar memang untuk wilayah timur yang belum memiliki jaringan perpipaan. Saat kemarau, kebutuhan masyarakat sangat mendesak sehingga kami harus melakukan suplai menggunakan tangki air,” jelasnya.
Ia menambahkan, program yang diusulkan dan diharapkan mendapat dukungan Komisi V DPR RI tersebut mencakup pelayanan air minum untuk tiga kecamatan, yakni Cimahi, Cibingbin, dan Cibeureum, dengan sasaran 12 desa.
“Proyeksi kami sekitar 10 ribu sambungan rumah. Jika program ini dapat terealisasi paling lambat tahun 2028, masyarakat wilayah timur akan lebih tenang menghadapi musim kemarau. Mereka tidak lagi kesulitan mencari air atau harus mengantre membawa jeriken,” pungkas Ukas. (Heryanto)


















