Bupati menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi, di antaranya Kodim, Polres, BMKG, serta perangkat daerah terkait, untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan dampak musim kemarau.
Selain berpengaruh terhadap sektor pertanian, kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran serta persoalan ketersediaan air. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat, petani, dan masyarakat.
“Insyaallah kita akan mengambil langkah-langkah antisipasi. Saya berharap para petani juga mempersiapkan diri, memanfaatkan sumber air yang ada, serta mengikuti arahan pemerintah agar produksi pangan tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati mengajak seluruh petani untuk tidak menunggu dampak kemarau dirasakan, melainkan melakukan persiapan sejak dini, mulai dari pengelolaan sumber air hingga pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca.
“Yang paling penting adalah kesiapan bersama. Dengan koordinasi dan langkah antisipasi yang baik, kita berharap ketahanan pangan Kabupaten Kuningan tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau,” pungkasnya.(Heryanto)


















