Meski status BPJS sempat terputus, kini kepesertaan Vino telah kembali aktif. Namun, tantangan belum usai. Biaya alat kesehatan yang tidak ditanggung BPJS masih menjadi beban berat bagi keluarga.
Berbagai pihak mulai bergerak. Pemerintah Desa Patalagan telah memberikan bantuan, sementara Kecamatan Pancalang berkoordinasi dengan BAZNAS Kuningan yang telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu. Dukungan dari berbagai elemen ini menjadi secercah cahaya bagi perjuangan Vino.
Di balik itu semua, terselip doa dan harapan dari sang ayah, Kaisar Maulana. Dengan suara yang sarat haru, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang terus mengalir.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan semua pihak. Harapan kami hanya satu, semoga Vino bisa menjalani pengobatan dengan lancar dan kembali sehat seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.
Kini, Vino masih menanti. Menanti waktu operasi, menanti bantuan yang terus diupayakan, dan menanti masa depan di mana ia bisa berlari bebas tanpa dibatasi rasa sakit. Sebab bagi Vino, setiap detak jantung adalah harapan yang harus diperjuangkan.(Heryanto)


















