Selain itu, sebanyak 23 siswa telah lebih dahulu diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama seperti Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Jenderal Soedirman. Sementara lebih dari 100 siswa lainnya masih menanti hasil seleksi UTBK-SNBT yang dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei mendatang.
Dalam pesannya, Dede Hardiyanto mengingatkan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal perjuangan menuju masa depan yang lebih menantang.
Ia mengibaratkan perjalanan para siswa seperti mendaki Gunung Ciremai yang baru sampai di titik awal pendakian, sehingga diperlukan kerja keras, disiplin, dan ketekunan untuk mencapai puncak cita-cita.
“Pelepasan ini adalah bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan pendidikan di SMA. Namun setelah ini perjuangan sesungguhnya dimulai. Mereka harus tetap belajar, bekerja keras, dan menjaga disiplin agar mampu meraih masa depan yang diimpikan,” tuturnya.
Pihak sekolah berharap seluruh alumni SMAN 2 Kuningan dapat terus menjaga nama baik almamater dan mengikuti jejak para alumni terdahulu yang telah sukses berkiprah di pemerintahan maupun masyarakat.
Acara perpisahan berlangsung penuh kehangatan dengan berbagai penampilan seni dan momen saling berpamitan antara siswa dan guru yang menambah suasana haru sekaligus membanggakan bagi seluruh keluarga besar SMAN 2 Kuningan.(Heryanto)


















