Dian juga mengungkapkan, setelah ruas Kaduela–Talaga Nilem, pemerintah akan melanjutkan penanganan jalan Winduhaji–Lebakwangi melalui revitalisasi dan hotmix.
Ia menjelaskan, penambalan yang sebelumnya dilakukan di sejumlah titik bukan pekerjaan akhir, melainkan bagian dari penanganan awal sebelum proyek revitalisasi dilaksanakan, termasuk perbaikan gorong-gorong.
Dian sekaligus mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena dapat menyumbat saluran air dan berpotensi menyebabkan air meluap ke badan jalan.
“Merawat jalan itu paling sulit. Kita sudah berupaya mencari anggaran ke provinsi maupun pusat. Jangan sampai jalan yang sudah dibangun rusak kembali hanya karena sampah dibuang sembarangan,” tegasnya.
Untuk revitalisasi ruas Winduhaji–Lebakwangi, Dian menyebut kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp16–17 miliar. Karena itu, ia meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan agar investasi pemerintah untuk infrastruktur dapat bertahan lebih lama.
“Kalau sampah dibuang sembarangan, air bisa meluap ke jalan dan menyebabkan kerusakan. Ini merugikan masyarakat sekaligus memboroskan anggaran,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Dian didampingi Kepala Dinas PUTR Kuningan Ir. I. Putu Bagiasna, Kabid Bina Marga Tedy Sukmanjaya, Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi, Direktur Talaga Cicerem Iim Ibrohim, Kepala UPTD Bina Marga Provinsi Jawa Barat serta manajemen CV Haka Mubarok.
Dian kembali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kuningan.
“Semoga dengan perbaikan jalan hotmix ini mobilitas semakin lancar dan semakin memperkuat Kuningan sebagai daerah wisata. Kawasan ini merupakan jalur wisata Kaduela, Pasawahan, termasuk Talaga Biru,” pungkasnya.(Heryanto)

















