“Kenal, orang Kuningan. Kalau sering berkomunikasi tidak juga, hanya sekali-sekali. Karena dia temannya Pak Billy,” jelasnya.
Bahkan, Nurdijanto mengaku telah meminta Agus memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut tidak menyeret nama Dishub.
“Saya sudah minta kepada Pak Agus supaya diklarifikasi. Jangan sampai dinas dilibatkan. Saya juga tidak mau ada suuzan, karena kami tidak tahu apa-apa,” katanya.
Terkait informasi mengenai sekitar 200 titik parkir, Nurdijanto membenarkan bahwa jumlah tersebut secara umum masih berada dalam kisaran potensi titik parkir di Kabupaten Kuningan.
Namun, ia menegaskan keberadaan titik parkir bukan berarti dapat ditawarkan, diberikan, atau dijanjikan begitu saja kepada pihak tertentu.
“Kurang lebih segitu. Tapi tidak bisa kita berikan sembarangan. Kalau memang prosesnya harus melalui mekanisme yang ditentukan, ya harus dilalui. Kami juga tidak mau menjanjikan sesuatu,” tegasnya.
Menurutnya, pengelolaan parkir juga harus memperhatikan kewenangan serta persetujuan pimpinan sesuai dengan lokasi yang akan dikelola.
“Harus izin pimpinan. Jadi jangan sampai dinas dilibatkan. Kami tidak tahu apa-apa dan tidak ikut terlibat dalam persoalan itu,” tandasnya.
Nurdijanto berharap seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut memberikan klarifikasi secara terbuka agar duduk perkara menjadi jelas dan tidak menimbulkan persepsi bahwa Dishub terlibat dalam dugaan penawaran atau pemberian titik parkir.
“Pemberitaan harus berimbang. Saya sudah meminta Pak Agus untuk memberikan klarifikasi juga, supaya persoalannya jelas dan dinas tidak ikut terseret,” pungkasnya.(Heryanto)

















