Sementara fase kolonial akan diikuti Cibingbin, Ciwaru, Cibeureum, Karangkancana, dan Cimahi. Fase perjuangan kemerdekaan melibatkan Cilimus, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan.
Adapun fase kemerdekaan dan pembangunan akan diperankan Kecamatan Darma, Subang, Cilebak, dan Selajambe.
Kemasan karnaval juga akan diperkuat dengan kehadiran Drumband Satpol PP, Paskibra, TNI/Polri, komunitas cosplay, drumband SMP, Universitas Kuningan, BUMD, serta Kunci Bersama.
Dari sisi teknis, peserta dijadwalkan berkumpul mulai pukul 07.30 WIB. Peserta dari kecamatan maupun kelompok umum tidak diperkenankan membawa kendaraan dalam parade. Setiap kelompok juga dibatasi melakukan atraksi maksimal tiga menit, sedangkan pengeras suara selama perjalanan akan menggunakan gotrok.
Terkait lokasi keberangkatan, panitia masih melakukan pematangan. Rencana titik start yang sebelumnya berada di Bundaran Cijoho dibahas untuk digeser ke depan BJB menuju kawasan jalan baru. Sementara panggung VVIP direncanakan berada di bawah videotron Taman Kota Kuningan.
Kusmana menyebutkan, sejumlah aspek teknis, termasuk rute, pengamanan, dan pengaturan barisan peserta, masih terus dikoordinasikan bersama unsur terkait. Rapat lanjutan dijadwalkan kembali digelar Kamis mendatang.
Melalui konsep napak tilas sejarah, Karnaval Budaya ke-528 Kuningan diharapkan mampu menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Selain memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan seni tradisi, kegiatan ini juga diharapkan mendorong promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.(Heryanto)

















