“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Tetapi energi politik seharusnya lebih banyak diarahkan untuk mencari solusi pembangunan daripada mempertajam perbedaan,” katanya.
Menurut Dadan, daerah yang mampu menjaga stabilitas sosial dan politik akan lebih mudah menarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta membangun kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar Kabupaten Kuningan ke depan bukan hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses pembangunan.
“Kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, memperkuat UMKM, meningkatkan daya saing pertanian, dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Semua itu membutuhkan kedewasaan politik dan kesamaan visi untuk membangun daerah,” tambahnya.
Dadan berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan semangat kolaborasi dan tidak terjebak dalam perdebatan politik yang berkepanjangan. Menurutnya, fokus pada agenda pembangunan akan menjadi modal penting bagi Kuningan untuk tumbuh sebagai daerah yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan daerah bukan terletak pada kerasnya perdebatan politik, tetapi pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bertambahnya lapangan kerja, dan tumbuhnya optimisme terhadap masa depan Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)


















