Pada 2025, nama Destana Kopi resmi berubah menjadi Merta Kopi untuk kepentingan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Sejak saat itu, prestasi Merta Kopi terus meningkat hingga dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang World Coffee International 2025 dan kembali tampil pada festival kopi internasional di Bangkok tahun 2026.
Bahkan, pada 2027 Merta Kopi direncanakan kembali membawa nama Indonesia pada festival kopi di Jepang.
“Kami ingin terus membawa nama Karangsari, Kabupaten Kuningan, bahkan Indonesia melalui kopi yang berasal dari desa kami. Karena itu kami sangat berharap dukungan pemerintah, terutama dalam pembangunan akses jalan menuju kebun serta pengembangan kawasan perkebunan kopi agar produksi terus meningkat,” kata Dede.
Ia menambahkan, keterbatasan bahan baku masih menjadi tantangan utama. Untuk menjaga cita rasa khas Kopi Karangsari, Merta Kopi hanya menggunakan biji kopi yang berasal dari kebun milik masyarakat setempat.
Kepala Desa Karangsari, Sahidin (Aldi), turut mengapresiasi keberhasilan Merta Kopi yang telah mengangkat nama desa hingga ke tingkat internasional. Pemerintah desa, katanya, terus mengajak masyarakat kembali menanam kopi sebagai komoditas unggulan.
“Produksi kopi saat ini baru sekitar satu ton per tahun. Kami terus mendorong masyarakat untuk memperluas penanaman kopi agar kebutuhan bahan baku terpenuhi dan prestasi ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Kopi Karangsari akan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat apabila didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, Pemerintah Desa berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat menjadikan pembangunan akses jalan menuju sentra perkebunan kopi sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil panen akan semakin lancar, biaya produksi dapat ditekan, sektor agrowisata kopi berpotensi berkembang, dan kesejahteraan para petani pun diyakini akan meningkat.
Keberhasilan Merta Kopi membuktikan bahwa produk lokal dari lereng Gunung Ciremai mampu bersaing di panggung dunia. Kini, masyarakat Karangsari berharap prestasi tersebut diiringi perhatian nyata terhadap pembangunan infrastruktur, sehingga kopi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kuningan dan Indonesia dapat terus berkembang dari tanah kelahirannya.(Heryanto)


















