
Menurutnya, Kuningan dipilih sebagai pilot project setelah melalui evaluasi terhadap potensi dan kesiapan daerah. Ia berharap pelaksanaan di Kuningan dapat menjadi best practice bagi daerah lain.
“Dari sekian banyak daerah yang ingin menjadi pilot project, akhirnya Kabupaten Kuningan terpilih,” katanya.
Program ini juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi melalui pembangunan rumah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan kebutuhan bahan bangunan hingga menggerakkan UMKM.
Dari sisi pengembang, PT Garis Reka Mulia menyatakan kesiapan membangun sekitar 2.900 unit rumah pada tahap awal. Lokasi yang diprioritaskan berada di Kecamatan Cidahu dengan potensi sekitar 800 unit dan Kecamatan Luragung sekitar 2.100 unit.
Divisi Legal dan Pengelolaan PT Garis Reka Mulia, Dede Irfan Maulana, mengatakan pembangunan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi backlog perumahan.
Rumah yang disiapkan memiliki luas tanah sekitar 60 meter persegi dan bangunan 36 meter persegi, dengan harga diproyeksikan sekitar Rp166 juta.
Untuk pembiayaan, developer telah berkoordinasi dengan perbankan, termasuk Bank BJB. Khusus MBR, cicilan diupayakan berada di kisaran Rp900 ribuan per bulan, dengan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku.
Pemkab Kuningan juga didorong mempercepat dukungan melalui validasi data calon penerima, kepastian tata ruang, perizinan, serta kemudahan BPHTB dan PBG sesuai ketentuan.
Program ini diharapkan menjadi momentum untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus memperluas akses masyarakat Kuningan terhadap hunian yang layak, aman dan terjangkau.(Heryanto)

















