Sorotan juga mengarah pada sejumlah kepala sekolah penerima program revitalisasi. Mereka mengaku pernah didatangi J yang membicarakan program tersebut. Dalam kesempatan itu, J disebut kembali mengaku sebagai orang pusat dan menyatakan memiliki tugas di salah satu institusi penegakan hukum di Kabupaten Kuningan.
“Dia ngakunya orang pusat, kantornya ada di Kuningan,” ujar seorang kepala sekolah.
Klaim Afiliasi Dibantah Institusi
Untuk menelusuri kebenaran pengakuan tersebut, informasi mengenai identitas dan afiliasi J dikonfirmasi kepada institusi yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengannya.
Pihak institusi membantah bahwa J merupakan bagian dari lembaganya. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada redaksi, J disebut berstatus sebagai masyarakat sipil dan namanya tidak tercatat sebagai anggota maupun bagian dari institusi tersebut.
“Kami sudah memastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari institusi kami. J merupakan masyarakat sipil dan namanya tidak tercatat sebagai bagian dari institusi tersebut,” tegas pihak institusi.
Bantahan tersebut menambah pertanyaan mengenai dasar klaim J saat menemui sejumlah pihak. Terlebih, menurut keterangan para narasumber, nama lembaga negara dan jaringan politik tingkat pusat disebut dalam komunikasi maupun pertemuan yang dilakukan.
Meski demikian, berbagai keterangan tersebut masih memerlukan klarifikasi langsung dari J. Hingga berita ini disusun, maksud dan tujuan kedatangannya kepada sejumlah pihak, termasuk ketertarikannya terhadap aktivitas mahasiswa, jaringan politik, dan program revitalisasi sekolah, belum diketahui secara pasti.
ELTVSATU.COM masih berupaya meminta klarifikasi langsung kepada J untuk memperoleh penjelasan berimbang mengenai identitas, pernyataan, serta tujuan dari rangkaian pertemuan tersebut.
Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Belum ada dasar untuk menyimpulkan.(Heryanto)

















