BPBD menegaskan pihaknya tidak ingin memperpanjang persoalan ke ranah hukum, namun meminta adanya kejelasan kronologi agar tidak terus memunculkan spekulasi di masyarakat.
“Kami tidak ingin menuntut apa-apa. Yang dibutuhkan sekarang adalah kejelasan kronologi dan pernyataan resmi kepada masyarakat,” tegas Iman.
“Ditemukan Lewat Video Call.
Kronologi penemuan Parmo disampaikan oleh perwakilan keluarga, Uri Sanuhri. Ia menjelaskan bahwa keluarga pertama kali menerima informasi dari kerabat di Jawa mengenai keberadaan Parmo di Pacitan.
Awalnya keluarga sempat ragu karena hanya menerima foto Parmo saat sedang salat. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, keluarga kemudian meminta nomor telepon lokasi tempat Parmo berada.
Pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, keluarga melakukan panggilan video dan memastikan bahwa sosok tersebut benar Parmo.
“Setelah video call, kami yakin itu benar Pak Parmo dan bukan rekayasa,” ujar Uri.
Usai mendapat kepastian, Uri bersama anak-anak Parmo langsung berangkat menuju Pacitan pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Karena khawatir dan tidak mengenal daerah tujuan, rombongan meminta pendampingan Kepala Desa Manis untuk ikut dalam perjalanan.
Rombongan tiba di Pacitan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Sempat Tidak Mengenali Keluarga
Saat pertama kali ditemui, Parmo disebut tampak linglung dan belum langsung mengenali keluarganya. Namun setelah sekitar 30 menit berbincang perlahan, ia mulai menyadari keberadaan istri dan kedua anaknya.
Momen haru terjadi ketika Parmo menangis dan memeluk anak-anaknya, Rehan dan Difa.
Uri mengungkapkan kondisi Parmo saat ditemukan masih belum sepenuhnya stabil. Ia bisa berbicara perlahan, namun ingatannya tampak timbul tenggelam.
“Kadang sadar, kadang bingung lagi. Setelah bertemu anak-anaknya pun sempat bertanya lagi mereka itu siapa dan ada di mana,” katanya.
Menurut keterangan warga setempat, Parmo tiba di lokasi di Pacitan pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengenakan sarung, kaos, dan sandal. Kepada warga, ia mengaku datang dari Surabaya.
Di hadapan pemerintah desa, BPBD, kepolisian, dan TNI, Uri Sanuhri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masya


















