“Jika perkembangan eceng gondok telah diketahui sejak lama, publik tentu ingin mengetahui tindakan pencegahan apa yang telah dilakukan untuk menghambat perluasan area terdampak,” katanya.
Menurut Dadan, fokus evaluasi tidak semata-mata pada keberadaan eceng gondok, melainkan juga pada efektivitas sistem deteksi dini dan koordinasi yang menjadi bagian penting dari tata kelola risiko daerah.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan. Namun, transparansi dan akuntabilitas diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
“Keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari respons ketika persoalan sudah menjadi sorotan publik, tetapi juga dari kemampuannya mencegah persoalan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar,” ujarnya.
Dadan berharap kondisi di Waduk Darma dapat menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem pemantauan, koordinasi, dan mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan lingkungan yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, penanganan persoalan lingkungan tidak berhenti pada upaya penanggulangan, tetapi juga mencakup langkah-langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.(Heryanto)


















